14.10.14

Street Photography adalah salah satu jenis fotografi dokumentasi, foto seri, ataupun foto tunggal yang menyampaikan subjek dengan jujur dan apa adanya. Jenis fotografi ini lebih mengutamakan subject (point of interest) di ruang publik (tempat umum). POI dimaksud bisa beragam, tidak hanya orang saja melainkan hal-hal lain yg kerap berada di sekitar kita, seperti peristiwa, benda-benda (element), cuaca, bayangan, dan sebagainya. Pada kenyataannya, Street photography bukanlah genre yang umum. Tidak semua orang mau (dan berani) mendalami jenis fotografi yang satu ini. Tapi, untuk mereka yang mencintainya, foto-foto dari jalanan bisa bernilai sangat tinggi karena kebanyakan momen yang tertangkap hanya terjadi satu kali dan unik.

ziziGallery.com colection
Secara pribadi, dari semua jenis kategori fotografi seperti still life, landscape atau pemandangan, makro dan sebagainya, Street Photography alias fotografi jalanan adalah yang paling membuat saya terkesan (selain foodgraphy tentunya hehehe....) Mengapa? karena fotografi jenis ini paling mudah mengungkapkan banyak cerita, meskipun tentu saja untuk mendapatkan cerita yang bagus tidaklah gampang. Bahkan seorang Eric Kim, street photographer internasional, mengatakan bahwa genre fotografi ini membutuhkan 80% keberanian dan 20% keahlian. Untuk mereka yang pemalu dan mudah panik, ini tentu menjadi tantangan besar. Akan ada saatnya seorang street photographer dimarahi, diteriaki, diusir, diminta menghapus foto yang mereka ambil, dan seterusnya. Tapi bayangkan pengalaman dan hasil yang didapat dari hal ini – pasti luar biasa.

Credit to : Luhur Adi Prasetyo.

Sekedar catatan saja, tulisan ini bukan juga tips atau trik Street Photography seperti di laman laman web tetangga, saya hanya sekedar ingin berbagi pengalaman saja tentang topik street photography atau fotografi jalanan terutama jika menggunakan peralatan kamera dari ponsel seperti yang sudah saya lakoni akhir akhir ini.
  • Kenali dulu Gear atau Peralatan Fotografi yang digunakan, Dalam hal ini settingan kamera ponsel posisikan pada mode Auto.  Tujuannya adalah agar kecepatan jepretnya bisa menyesuaikan objek baik yang bergerak maupun  tidak bergerak.
  • Gunakan Pencahayaan Alami, Usahakan jangan menggunakan flash (kecuali pada saat saat tertentu misalnya objek dalam keadaan sadar di foto). Flash yang digunakan pada saat yang kurang tepat akan mengakibatkan hasil gambar yang diperoleh pun kurang maksimal.
  • Jangan Banyak Diam Dan Terus Bergerak, Ketika kita memotret street fotografi, subjek tidak akan muncul di depan kamera kita, tapi kitalah perlu mencari moment atau subyek yang menarik. Terus berjalan cari subyek merupakan salah satu cara alternatif mencari objek sekaligus mengasah naluri street photography kita. 
  • Harus Selalu Siap, Jangan bersantai dan diam tapi selalu siap dengan kamera untuk memotret. Moment yang bagus tidak akan bisa diulang kembali, jadi harus benar-benar siap dengan kamera ponsel kita.
  • Fokus pada wajah atau bahasa tubuh, Menurut saya adalah wajah dan bahasa/gerak tubuh. Jika bisa menggabungkan keduanya maka akan baik sekali. Wajah bisa bercerita banyak tentang perasaan sang obyek yang difoto. Sedangkan bahasa tubuh akan menceritakan tentang kehidupan dan aktifitas sang obyek. Kedua hal itu akan menjadi poin penting dari nilai foto street.
ziziGallery.com colection
  • Perhatikan Komposisi,  Sangat susah untuk mendapatkan komposisi terbaik karena foto yang didapatkan tidak bisa diulang, padahal komposisi adalah salah satu unsur foto yang terpenting. Satu-satunya cara adalah memperbaikinya melalui software dengan teknik cropping (membuang yang tidak perlu), atau … biarkan saja apa adanya, kadang ini justru menjadi kekuatan foto street, alami. Ingat dalam teknik komposisi ada yang dinamakan breaking the rule atau langgar aturan yang ada. Namanya arts atau seni sah-sah saja karena fotografi bukan ilmu eksak, iya kan dan disitu letak kreativitas tanpa batas.
  • Mendekatlah Pada Subyek Foto, Jika foto kurang bagus, mungkin jarak antara kita dengan objek tidak cukup dekat. mendekatlah dan dapatkan foto dengan detail. 
  • Menjaga Sopan Santun, Bersikap sopan dan hormat pada orang-orang di sekitar anda memotret. Jika seseorang tidak ingin kita potret, kita harus meninggalkannya dan jangan memaksa. Jika mereka ingin melihat foto-foto mereka di kamera jangan ragu-ragu untuk perlihatkan pada mereka agar mereka senang. Hal inilah yang biasanya ditinggalkan oleh sebagian fotografer (terutama pemula dan masih labil) hanya demi mendapatkan foto yang mereka inginkan.
  • Perhatikan Background, Latar belakang biasanya akan menambah lebih menarik dari fotokita, namun jika meninggalkan faktor ini, latar belakang justru akan mengalihkan perhatian mata kita dari pada subyek itu sendiri.
  • Berfikir tentang objek dulu sebelum memotret, Jangan mentang-mentang dengan kamera digital semua orang bisa memotret beberapa frame tanpa repot-repot berpikir atau mengkomposisinya dengan benar. Sebelum kita memotret, pelajari dulu tempat dan situasi yang ingin dipotret. contohnya jatuhnya arah cahaya, aksi orang-orang, komposisi, framing dll. Kualitas lebih penting daripada kuantitas.
  • Berinteraksilah dengan Subjek, Ngobrol dengan orang-orang itu hal yang harus selalu lakukan. cari moment dan memotret tanpa terlalu mencolok perhatian tapi kemudian menghampiri dan berbicara dengan orang yang tadi dipotret. kadang lebih baik untuk berinteraksi terlebih dahulu, terutama saat pemotretan foto portrait. walau hanya dengan memberi senyum itu merupakan suatu pengakuan yang baik. 
ziziGallery.com colection


JANGAN LAKUKAN 
  • Jangan gunakan kamera yang berisik atau yang efek suaranya tidak bisa dimatikan. Kamu sebaiknya tidak menarik perhatian saat memotret.Gunakan mode silent pada ponsel akan mengatasi permasalahan ini.
  • Jangan tampil seperti fotografer. Idealnya, kamu akan tampil seperti pejalan kaki pada umumnya. . 
  • Jangan mengikuti orang atau bertingkah seperti orang aneh. Meskipun kita lihai dalam hal ini, tapi tidak ada orang yang suka diikuti. Kalau ketahuan membuntuti orang, bisa kena masalah kan ?
  • Jangan terlalu mendekat pada orang lalu memotret tepat di depan wajahnya. Bukan hanya orang tersebut akan tersinggung, tapi juga foto akan kehilangan kesan candid yang diperlukannya. Pada beberapa moment, tidak apa kalau objek foto sadar dia sedang difoto, tapi ini bukan berarti kita harus bertingkah semacam paparazzi dan membuat mereka merasa tidak nyaman. 
Berikut beberapa contoh foto  ber genre Street Photography hasil jepretan saya dan fotografer street favorit saya di Grup KoFiPon (Komunitas Fotografi Ponsel), Luhur Adi Prasetyo.

Credit to : Luhur Adi Prasetyo.

Credit to : Luhur Adi Prasetyo.

Credit to : Luhur Adi Prasetyo.


ziziGallery.com colection

ziziGallery.com colection

1 Comment:

Posting Komentar