21.10.14

Fotografi digital sangat erat kaitannya dengan ISO, Shutter Speed dan Aperture (bukaan lensa) dimana ketiga hal tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, seringkali ketiga istilah tersebut disebut dengan segitiga elemen, elemen tersebut saling terhubung dan erat kaitannya dengan cahaya,bagaimana caranya masuk dan berinteraksi dengan kamera.


Apa ketiga elemen tersebut ? :

ISO – Ukuran kepekaan sensor kamera digital terhadap cahaya

Aperture – Ukuran bukaan pada lensa saat gambar di ambil

Shutter Speed – jumlah waktu rana ketika terbuka

Perlu diingat !– perubahanan pada salah satu elemen akan mempengaruhi yang lainnya. Ini berarti bahwa anda tidak pernah bisa mengatur salah satunya tanpa mempengaruhi yang lainnya.

Berikut sedikit obrolan teman-teman di grup KoFiPon mengenai segitiga elemen itu :

  • Muhammad Haidir Ally aperture itu bukaan lensa saat jepret gan. qlo bukaan lensa disetting besar brarti smakin bnyak volume chaya yg msuk bgtu jg sbaliknya. biasanya dipake bwt buat atur dof (depth of field) makin kecil aperture makin luas jarak fokus sementara untuk mendapat dof yang sempit, gunakan aperture sebesar mungkin. yah.. biasanya support di dslr atw cmera poket. ga tw ql k zoom uda ada blm setting aperture nya.
    19 jam · Suka · 2
  • Andrizal Fabino Nah angka yg tercetak pada file exif tentang aperture itu maksudnya apa kang Muhammad Haidir Ally?
    Kang Singkex Elex ane bener2 belum paham soal aperture, setau ane emang bukaan lensa, nah yg ane ga paham itu ya nilainya contoh f 2,4 maksudnya apa? Apakah saat lensa terbuka sebesar 2,4 milimeter atau apa? Ini beneran ane belum paham
  • Agus Suryadi Definisi aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto.

    Saat kita memencet tombol shutter, lubang di depan sensor kamera kita akan membuka, nah setting aperture-lah yang menentukan seberapa besar lubang i
    ni terbuka. Semakin besar lubang terbuka, makin banyak jumlah cahaya yang akan masuk terbaca oleh sensor.

    Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Sering kita membaca istilah bukaan/aperture 5.6, dalam bahasa fotografi yang lebih resmi bisa dinyatakan sebagai f/5.6. Seperti diungkap diatas, fungsi utama aperture adalah sebagai pengendali seberapa besar lubang didepan sensor terbuka. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka.

    Jadi dalam kenyataannya, setting aperture f/2.8 berarti bukaan yang jauh lebih besar dibandingkaan setting f/22 misalnya (anda akan sering menemukan istilah fully open jika mendengar obrolan fotografer). Jadi bukaan lebar berarti makin kecil angka f-nya dan bukaan sempit berarti makin besar angka f-nya.
    17 jam · Suka · 4
  • Singkex Elex F/2.4 artinya perbandingan besarnya intensitas cahaya yg ditangkap oleh sensor dengan jarak titik api adalah sebesar 1/2.4

    Maka jika titik api sebuah lensa berjarak 1 satuan.
    ...Lihat Selengkapnya
    17 jam · Suka · 4
  • Muhammad Haidir Ally Dalam optika, bukaan (bahasa Inggris: f-number, focal ratio, f-ratio, relative aperture) adalah bilangan yang menunjukkan korelasi panjang fokus lensa terhadap tingkap (apertur). Sebagai contoh, lensa dengan panjang fokus 100mm, pada pengaturan bukaan 4 (nilai tingkap f/4), mempunyai arti bahwa diafragma pada lensa tersebut sedang terbuka dengan diameter 25mm. Biasanya dilambangkan dengan huruf f. Nilai bukaan umumnya merupakan urutan 1, 1.2, 1.4, 2, 2.8, 4, 5.6, 8, 11, 16, dan seterusnya. Karena bukaan adalah perbandingan antara panjang fokus lensa dengan diameter dari diafragma yang terbuka saat itu, maka untuk satu nilai bukaan (misalnya 8) pada semua lensa (tidak tergantung dari panjang fokus lensa tersebut), akan meneruskan intensitas cahaya yang sama.

    nih om penjelasan tambhan nya..
    17 jam · Suka · 2
  • Andrizal Fabino Oke kang, tengkyu pejelasannya, ini udh mulai paham, walaupun masih gagap
    17 jam · Suka · 2
  • Andrizal Fabino Berarti mana yg lebih baik? Semakin besar nilai bukaan atau semakin kecil kang?
    17 jam · Suka · 1
  • Agus Suryadi semakin besar bukaan... makin terang.. tapi makin tipis DOF-nya... begitu pula sebaliknya....

    foto2 bokeh biasanya pake aperture besar... foto pemandangan pake aperture kecil...
    17 jam · Suka · 1
  • Andrizal Fabino Nah, otak ane mulai mencerna dan cair, tengkyu banyak kang
  • Singkex Elex Tergantung kebutuhan. Kan lebar atau sempit ada tujuannya masing2.

    Bukaan lebar: lebih banyak cahaya masuk, speed bisa lebih cepat, sehingga menghindari motion blur (kecuali yg niat kategori LS). DOF sempit, bokeh lebih terasa (kecuali yg niat landscape justru menghindari bokeh).


    Bukaan sempit: kebalikannya, cahaya masuk lebih sedikit, akibatnya butuh speed yg lambat, rawan motion blur, susah bokeh.
  • Agus Suryadi pada kamera HP.. kebanyakan menggunakan aperture besar.. agar mudah menangkap cahaya.... sehingga shutter speed bisa lebih cepat....
  • Andrizal Fabino Paham akhirnya terima kasih kang
  • Agus Suryadi kalo pengen lebih detail, memang dengan aperture kecil... di bawah f/8..f/11.. dst... namun diperlukan speed rendah atau iso tinggi, dengan konsekuensi grain/noise yang bejibun,, hehehe... bagaimanapun sensor kamera HP kebanyakn adalah di bawah 1/2 inch...
    17 jam · Suka · 1
  • Muhammad Haidir Ally yg perlu di inget semakin kecil angka f-stop nya berarti semakin besar lubangnya terbuka dan begitu sebaliknya..
    17 jam · Suka · 1
  • Singkex Elex Sekedar menambahkan, jangan dibayangkan angka F/xx artinya xx adalah satuan lebar lubang diafragma. Jika kita terjebak pada anggapan tersebut, maka kita akan asumsikan F/2.8 pada kamera ponsel akan sama besar lubangnya dgn F/2.8 pada kamera lain (misal pocket, dslr, film, large format, dll).

    Angka tersebut adalah representasi perbandingan melawan jarak titik api lensa yg bersangkutan.

    Jadi misal kita sama2 bahas F/2.8 pada kamera hape, besar lubangnya akan jauh beda dgn F/2.8 pada kamera lain (misal dslr). AKAN TETAPI, meskipun besar lubang kedua jenis kamera tersebut beda, selalu akan menghasilkan besaran intensitas yg kurang lebih SAMA kepada sensor yg menangkap cahayanya. Kenapa sama? Karena lubang besar, jarak titik api lebih besar, sensor juga lebih besar. Dgn luasan sensor lebih besar, maka besaran cahaya yg diterima oleh sensor dalam satuan luas (misal mm2) juga sama.
    17 jam · Suka · 1
  • Agus Suryadi yup... f/2 pada sensor 1/2 akan berbeda dengan f/2 pada sensor full frame.... hehehhe
  • Singkex Elex yg perlu dicatat, beda besar lubangnya.

    tapi besar cahaya yg dihasilkanny, sama.
  • Andrizal Fabino Wokeh kang, makin ngerti sekarang
  • Agus Suryadi seperti contohnya... bang Andrizal Fabino mau bikin night shot.... idealnya di f/8... biar keluar stardust-nya.... hehehhe....

    tapi jangan berkecil hati... foto night shot ga cuma soal stardust koq...


    seperti prinsip triangle exposure...
    karena kapmera HP aperture-nta konstan.. maka kita bermain iso dan speed aja....

    pengen terang.. gunakan speed lambat dan iso tinggi dengan resiko shake (bila tanpa tripod) dan noise tinggi (karena besar sensor dan kualitasnya)

    atau.... gunakan filter... contoh sederhana, pake kacamata hitam (yg dari kaca) untuk mebuat foto nightshot yg asyikk...
    selamat mencoba.. kebetulan HP saya belum bisa nightshot, hhehhe belum ketemu settingan yg pas...
    17 jam · Suka · 1
  • Khadijah Nurhayati Ijin share kk
    17 jam · Suka · 1
  • Andrizal Fabino Atau ganti hp ya kang? Hehehehe
  • Andrizal Fabino Udh ane jajal make kacamata item, tapi ga keluar juga trailnya kang
  • Agus Suryadi mesti huntng bareng nih
    16 jam · Suka · 2
  • Andrizal Fabino TKP mana kang?
  • Moevich Moe Jovovich jadi saat melakukan Optical Zoom Aperture turun, benar begitu ??
  • Agus Suryadi cimahi aja.... saya suka mabuk kalo naik mobil lama2... naek motor suka ngantuk.. naek kereta suka merinding.. naek pesawat alergi
    16 jam · Suka · 1
  • Andrizal Fabino Hahaha lumayan jauh juga, kirain ane bogor atau jakarta kang
  • Khadijah Nurhayati Huaaaahuaaaa komplit deritanya mas Agus
  • Singkex Elex Moevich Moe Jovovich, pertanyaan bagus.

    Proses zoom (asumsi zoom in bukan out) adalah terjadi perubahan fokal (panjang titik api terhadap sensor) dari kecil ke besar.

    Jika asumsi lubang diafragma adalah tetap, maka intensitas cahaya yg menembus ke sensor akan mengecil, sebanding dengan perubahan angka xx pada persamaan F/xx.

    Maka dari itu, lensa dslr yg memiliki nilai diafragma variabel, justru memiliki lubang yg besarnya konstan pada semua posisi fokal.
    Sebaliknya, lensa yg memiliki nilai diafragma fix, justru memiliki lubang yg berubah membesar sebanding dengan jarak fokal yg digunakan pada saat itu.
  • Moevich Moe Jovovich tentunya pada camera pocket, yg modulnya sekarang sudah tertanam di beberapa handphone, itu kan konstan diafragmanya ?? atau fix ?? kayanya fix kan ?? nah bingung
  • Singkex Elex Yup, 99% kamera ponsel masih fix diafragma dan focalnya.
    Penjelasan diatas hanya membuka wawasan aja mengenai kamera secara umum.
  • Ngatmow Prawierow Nyimak sambil ngopi
  • Moevich Moe Jovovich Emang sih, cuma 1 handphone yg variable, nokia n86, itu juga automatic,
  • Andrizal Fabino Nah, utk hp yg shutter speednya bisa dimaenin selain lumia 1020, 1520, samsung galaxy k zoom apa ya kang? Tentunya ga nurunin kualitas foto
  • Putra Aru Umbara prinsipnya semakin besar bukaan lensa maka shuter speed akan naik (diatas panjang focal lensa) dan iso akan turun.. f/1.8 iso 100 sp 1/1600 atau sebaliknya f/22 iso 1600 sp 1/60 karena semakin besar bukaan lensa semakin sedikit cahaya yg diperlukan.. imho ya
    15 jam · Suka · 1
  • Andrizal Fabino Masalahnya buat bikin jejak cahaya, minimal ane butuh sekitar 2-4 detik kang, kira2 ane harus maenin dimana? Iso atau exposure value? Agar kualitas foto ga drop abis kayak ane make cam fv-5 buat bikin light trail

Sebagai kesimpulan, mungkin jalan yang paling mudah dalam memahaminya adalah dengan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini seperti halnya sebuah keran air. Shutter speed adalah berapa lama kita membuka keran, aperture adalah seberapa lebar kita membuka keran dan ISO adalah kuatnya dorongan air dari PDAM, dan air yang mengalir melalui keran tersebut adalah cahaya yang diterima sensor kamera. Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya.... semoga bermanfaat.


*Credit to : Kang Agus Suryadi

0 Comment:

Posting Komentar