20.4.13

Perkembangan telepon seluler (ponsel) yang semakin canggih dengan disertai beragam fitur yang super dewasa ini memanjakan penggunanya dengan beragam kemudahan dan fasilitas. Satu hal yang belakangan semakin banyak diminati serta menjadi salah satu alasan dalam memilih ponsel adalah fitur kamera yang tersemat di dalamnya.

Memang kamera handphone mungkin masih dianggap "sepele", "angin lalu" atau bahkan "mainan" oleh sebagian besar penggila fotografi. Namun satu hal yang menjadi jawaban dari anggapan itu adalah semakin tumbuh suburnya komunitas fotografi handphone atau komunitas fotografi ponsel di situs-situs jejaring sosial dengan jumlah anggota yang "mencengangkan".
Dan yang perlu diketahui, tak jarang dalam komunitas seperti ini banyak dijumpai fotografer-fotografer profesional yang pada kesehariannya selalu menggunakan "si moncong panjang".

Kembali ke kamera ponsel, bagi penggemar fotografi khususnya dengan kamera jenis ini, memang harus memperhatikan beberapa aspek untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Sebab memang tidak bisa dipungkiri bahwa kamera jenis ini banyak kekurangan dibandingkan dengan kamera jenis SLR/DSLR. Namun sebenarnya kekurangan itu bisa diatasi dengan tekhnik dan pengaturan/konfigurasi tertentu dengan memanfaatkan menu yang tersedia di kamera handphone itu sendiri.
memang tidak ada konfigurasi yang paling tepat, tapi semua tergantung kondisi dan keinginan masing-masing. Yang penting adalah kita mengetahui fungsi dan efek yang ditimbulkan setiap pengaturan/setting.


1. White Balance itu mengatur keseimbangan warna dan warna foto akan berubah sesuai dengan setting yang dipilih.

Auto : Kamera akan memilih warna supaya netral dan akurat secara otomatis. Contohnya warna putih juga putih di foto.

Daylight / Sunny : Akan netral saat digunakan saat siang hari saat matahari bersinar terang. Jika dipakai di dalam ruangan atau saat berawan, warna di foto akan lebih kekuningan.

Cloudy : Akan netral saat dipakai saat cuaca berawan, atau subjek di bawah bayangan. Akan terlihat lebih kuning saat di dalam ruangan atau subjek disinari matahari langsung.

Tungsten / Incandescent : Akan membuat lampu pijar yang berwarna kuning menjadi putih, membuat wajah atau subjek foto netral saat disinari lampu yang kekuningan. Jika dipakai saat foto landscape, warna akan cenderung ke arah kebiruan.

Flourescent: Berguna menetralkan warna neon seperti di ruangan kantor.

Untuk foto lanscape saat pagi atau sunset, setting cloudy akan membuat warna lebih kuning, dan setting tungsten akan membuat foto landscape lebih biru.

2. ISO adalah sensitivitas dari sensor gambar, semakin tinggi nilainya, semakin sensitif cahaya tapi kualitas foto memburuk karena munculnya noise atau titik-titik/bercak pada foto.

Idealnya mengunakan ISO paling rendah untuk hasil yang maksimum.
Tapi jika kondisi cahaya gelap, ISO perlu dinaikkan untuk mencegah foto goyang karena blur. ISO 100 menghasilkan kualitas terbaik, cocok untuk kondisi siang hari. ISO 200-400 cocok untuk sore hari menjelang matahari terbit/tenggelam dan ISO 400/800 cocok untuk foto dalam ruangan atau malam hari.

3. Pencahayaan bisa diatur dengan setting kompensasi exposure yang bersimbol plus minus.

Semakin ke kanan kita menggeser slider, semakin terang pencahayaannya, demikian sebaliknya. Dalam praktiknya, kita bisa set ke arah minus sedikit supaya langit tidak terlalu terang dalam pemotretan landscape.

4. Terakhir adalah kontras. Setting kontras mengendalikan seberapa kontras foto. Atau dengan kata lain semakin tinggi nilai kontras, semakin besar perbedaan daerah yang terang (highlight) dengan daerah bayangan (shadow).

Gambar yang kontras biasanya menarik perhatian mata daripada gambar yang berkontras rendah. Tapi kontras yang terlalu tinggi menghilangkan detail terutama di daerah gelap.
Mengingatkan kembali, tidak ada satu setting yang cocok untuk setiap kondisi dan situasi. Cobalah utak-utik setting-setting diatas supaya mendapatkan foto yang menarik sesuai keinginan hati.




Tulisan asli Oleh : Enche Tjin - pada detikinet

1 Comment:

Posting Komentar