26.9.12

Masih dalam tema mengangkat komunitas fotografi kamera handphone yang ada di dunia maya, kali ini yang diangkat adalah komunitas di Facebook yang bernama KOFIPON. Berikut sedikit cuplikan perkenalan komunitas ini yang disosialisasikan melalui kaskus.co.id


Sepatah kata

Siapa bilang keterbatasan selalu menjadi penghambat bagi seseorang untuk berkarya atau berkreasi? Kalau kita memang memiliki niat yang kuat dan juga mau berusaha dengan maksimal, maka apa pun yang kita kerjakan pasti akan menghasilkan suatu karya yang patut dibanggakan. Begitu juga dalam fotografi. Walaupun cuma pakai kamera hp, tapi kalau kita memang melakukannya dengan penuh minat, kita pasti akan bisa menghasilkan karya yang bernilai seni yang tinggi.

Kalau Anda ingin menekuni hobi fotografi, harap diingat bahwa belajar fotografi itu ternyata tidak harus memiliki peralatan yang serba mahal. Tidak perlu memiliki kamera SLR (Single Lens Reflex), flash ataupun seperangkat lensa-lensa yang panjang dan besar. Sebab ternyata, kita juga bisa menghasilkan sebuah karya foto yang menarik, meski dengan alat fotografi yang seadanya. 

Contoh nyata dari hal itu adalah apa yang telah dilakukan oleh Komunitas Fotografi Ponsel (Kofipon), kendati mereka tidak memakai kamera SLR serta perangkatan pendukung lainnya, toh mereka tetap bisa berkarya dan menghasilkan foto-foto yang patut diacungi jempol.


Sejarah



"Kunci mempelajari fotografi bukan tergantung pada alat, tetapi tergantung pada bagaimana kita bisa menciptakan komposisi gambar yang bagus,” jelas Beni Sjamsuddin Toni, pendiri Kofipon.

Saat itu, Beni yang kebetulan memiliki hobi fotografi, ternyata harus menerima kenyataan bahwa dirinya belum bisa memiliki kamera SLR, kamera yang umum digunakan oleh fotografer profesional. Tidak berputus asa, ia pun nekad menggunakan kamera handphone untuk menyalurkan hobi “jeprat-jepret”nya. “Setelah dicoba, ternyata hasilnya cukup bagus,” kata Beni.

Akhirnya, pada tanggal 17 September 2009, ia pun mencoba membentuk sebuah komunitas fotografi handphone melalui situs jejaring sosial ternama. Ternyata peminatnya cukup banyak. Tidak hanya itu, Kofipon pun saat ini telah memiliki tiga cabang di Indonesia yakni di Medan, Pekanbaru dan Semarang. Alasan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mewadahi orang-orang yang ingin belajar fotografi namun belum memiliki peralatan fotografi yang kompleks.

Menggunakan kamera ponsel ternyata memiliki banyak keuntungan, selain lebih murah, ternyata menggunakan kamera ponsel lebih praktis dan simpel, berbeda jika menggunakan kamera SLR yang dinilai lebih berat dan memakan tempat. ”Intinya, jangan sampai kita kehilangan moment,” jelas Beni.


 


Namun diakui, menggunakan kamera handphone memang memiliki kekurangan, selain kurang sensitif terhadap cahaya, kamera handphone juga masih banyak yang memiliki pixel yang rendah. Namun hal itu disiasatinya dengan mempersilahkan rekan2 anggota untuk meng-edit gambar hasil jepretnnya dengan software2 editor macam Photoshop atau lainnya. “Tetapi walaupun memiliki kekurangan, justru membuat kami menjadi tambah kreatif untuk menghasilkan gambar yang sensasional” kata Beni.

Peraturan

Setelah masuk menjadi member, ternyata ada syaratnya gan untuk aplut poto kita. Aturannya :
  1. Foto yang diupload harus asli karya sendiri. Bisa juga mengupload foto karya orang lain tapi dicantumin sumbernya dan niatnya hanya sekedar sebagai media pembelajaran buat teman-teman semua.
  2. Bila mengupload foto yang bukan karya aslinya dan mengaku bahwa foto tersebut adalah hasil karyanya maka kita akan menegur terlebih dahulu tapi jika diulangi lagi maka kita akan mengeluarkan yang bersangkutan dari grup.
  3. Tipe ponselnya wajib dicantumkan.
  4. Judul dan lokasi penting untuk dicantumkan.
  5. Bebas mengupload foto jenis apa saja yang penting tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
  6. Setiap foto yang diupload, silahkan masukkan di album yang sudah tersedia sesuai dengan tema foto masing-masing. Jika belum ada albumnya silahkan bikin album sendiri saja dulu nanti dikoreksi terkait namanya. Bagi teman-teman yang tidak bisa mengupload lewat album tidak menjadi masalah, lewat dinding grup saja juga ok.
  7. Editing sebatas watermark, resize, cropping (tidak lebih 30% dari foto asli), contrast, brightness, dodging, dan burning (levelnya jangan over agar kenaturalan fotonya tetap terjaga).
  8. Menuliskan kata "edit" jika fotonya diedit sesuai ketentuan no. 6 dan "no edit" jika tanpa editan, serta menyertakan nama aplikasi yang dipakai untuk mengedit fotonya tersebut.
  9. Jika ingin mengomentari sebuah foto, gunakanlah kata-kata yang sopan dan lebih banyak memberi masukan yang positif demi peningkatan kualitas foto yang dihasilkan.
Berikut beberapa hasil karya anggota KOFIPON : Komunitas Fotografi Ponsel











" Jangan malu untuk mengupload foto karena kita semua disini tidak ada yang hebat dan bodoh, kita semua sama-sama belajar guna memperdalam kemampuan kita dalam dunia fotografi"


sumber : kaskus.co.id

0 Comment:

Posting Komentar